RSS

Melody of a Life


人生は、予想されるほど簡単ではありません

***

[Prologue]

Di tengah hujan lebat, seorang anak tertunduk lesu memandangi sesosok wanita yang tergolek lemah di hadapannya. Tangannya yang kecil mencengkram kuat rumput disekitarnya. Ekspresinya sulit untuk digambarkan. Wanita itu tidak berkutik sama sekali, apakah ia sudah mati? Mungkin. Terdengar isakan kecil anak tersebut yang terhalangi oleh suara derasnya hujan.
“Wah, rupanya kau selamat ya? Kasihan sekali,” Seorang pria bersandar di bawah sebuah pohon. “Sepertinya dewi fortuna masih melindungimu. Tapi sekarang sudah berakhir, dewa kematian akan menjemputmu.” Ia menyeringai penuh arti.
Anak itu kemudian berdiri. “Kau salah, dewi fortuna sangat melindungiku.” Ia mendekat kearah pria tersebut. “Kau tahu, baru saja kau telah membunuh seorang putri kerajaan.” Lanjutnya. “Apabila hal ini diketahui oleh publik, mungkin waktumu di dunia akan segera sirna.” Ia semakin mendekat dan mendekat.
Merasa dirinya terancam, pria itu memanggil beberapa anak buahnya dan menyuruh mereka untuk menghabisi anak itu, namun gerakan sang anak sangat lihai. Anak buah pria itu dengan mudah ia kecoh. Saat ada kesempatan, anak itu melucuti sebuah pistol yang ada pada anak buah dan dengan brutalnya ia menembak kaki mereka, lalu menodongkan senjata itu kearahnya.
“Jadi ini yang kau lakukan? Kau mencoba untuk membunuhku?” Tanya sang pria, sangat ketakutan.
“Kau membunuh ibuku, untuk apa lagi aku membiarkan orang sepertimu hidup?” ia menyeringai. “Kalaupun aku mau, aku dapat membunuhmu sekarang.” Ia menggoreskan pistol tersebut ke wajahnya.
“Kau pasti sudah gila.” Sahut pria itu.
“Kau yang membuatku seperti ini.” Anak itu menerjang dan menempelkan pistol tersebut tepat di kepala pria. “Katakan, siapa yang menyuruhmu melakukannya?” tangannya bergetar. Sebuah firasat muncul di benaknya.
Tiba-tiba seseorang memukul anak itu dengan sebatang kayu hingga tersungkur. Anak itu meringis kesakitan. Pria itu bangun dan bersiap memukul anak itu lagi.
“Sudahlah, waktu kita tidak banyak,” Sahut orang itu. “lagipula tidak aka nada yang menolongnya di tempat seperti ini.” Ia berjalan ke arah mobil sedan yang terparkir tak jauh dari situ dan diikuti oleh sang pria.
“Ayo kita pulang!” anak buah pria itu berjalan terseok-seok mengikuti tuannya.
“Rupanya kau,” desis anak itu. “Mengapa kau membunuh ibuku seperti ini?”
Orang itu tersenyum. “Kau masih terlalu kecil untuk mengetahui ini semua. Suatu saat nanti kau pasti mengetahuinya.” Ia masuk ke dalam mobil lalu meninggalkannya sendirian bersama jasad wanita itu.
Anak itu menatap mobil yang semakin menjauh dan menghilang. Tatapannya penuh dengan kebencian. Air mata mengalir deras si wajahnya, seiring dengan derasnya hujan.  Ia pun kembali ke tempat wanita itu tergeletak. Tangannya mencengkram bajunya dengan kuat. “Seumur hidup aku takkan memaafkanmu.” desisnya. “Uragiru….”
***

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

Finally it's done!

Hueeeeh akhirnya jadi juga. setelah bertahun-tahun akhirnya jadi juga *lebay*. Tadinya bingung mau diisi apa ini blog, tapi akhirnya kepikiran untuk ngeshare sesuatu yang (semoga) bermanfaat atau menghibur. maunya sih engga curhat, tapi ini aja udah curhat. hahaha yaaah mind to introduce? baca aja about me ya, males memperkenalkan diri. so, yoroshiku onegaishimasu! :)

makasih sudah membantu DiskaDyah dan Lintang...

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments